×

blog/remap-ecu-mobil-apakah-benar-mesin-semakin-bertenaga-092022

Remap ECU Mobil, Apakah Benar Mesin Semakin Bertenaga?

21 Sep 2022

Untuk membuat mesin semakin bertenaga, tidak sedikit pemilik kendaraan yang memilih untuk melakukan remap ECU mobil. 

ECU sendiri merupakan kepanjangan dari Electronic Control Unit atau sebagai sirkuit elektronik utama dalam mobil yang bertugas mengatur semua kinerja dan fungsi elektronika.

Semua data dan informasi dari sistem kendaraan akan dikirim ke ECU, mulai dari sistem pendingin, udara yang dibutuhkan mesin, bensin yang dibutuhkan hingga karakter berkendara si pengemudi.

Baca juga: Perawatan Mesin Turbo, Jaga Oli dan Kualitas Bahan Bakar

Sedangkan, remap ECU mobil adalah proses kalibrasi atau setel ulang ECU dengan menggunakan alat bantu komputer, tablet atau laptop serta diklaim mampu meningkatkan tenaga mesin bahkan hingga lebih dari 10 persen. Benarkah demikian?

 

Mengubah sensasi berkendara 

Untuk mengetahui dengan pasti apakah ada peningkatan tenaga atau tidak, perlu dilakukan pengujian dengan menggunakan dyno test. 

Tapi yang jelas, dengan remap ECU, pengendara akan mendapatkan sensasi berkendara yang berbeda. Misalnya saja, mobil dengan kapasitas mesin 1.200 cc sensasi berkendaranya seperti mengendarai mobil bermesin 1.500 cc. 

Baca juga: 10 Tips Aman Menghindari Diri Dari Tindak Pencurian Mobil

Setelah melakukan proses ini, pengendara akan merasakan perubahan tarikan mesin, batasan putaran mesin jadi lebih panjang, RPM juga jadi lebih cepat naik.

 

Bikin irit bahan bakar

Selain memberikan sensasi berkendara yang berbeda, remap ECU juga bisa membuat konsumsi bahan bakar lebih irit. 

Hal ini karena setelah melakukan remap ECU ada perubahan tarikan mesin, pengendara tidak perlu menginjak pedal terlalu dalam untuk mendapatkan power mesin, sehingga konsumsi bahan bakar pun jadi lebih irit.

Baca juga: 6 Cara Merawat Electric Power Steering Biar Lebih Awet

Perlu diketahui bahwa perilaku pengendara juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Dengan naiknya power mesin, maka pengendara hanya butuh menginjak pedal gas sedikit saja untuk mencapai kecepatan yang diinginkan.

 

Kekurangan remap ECU mobil

Meski memberikan berbagai manfaat, remap ECU mobil juga memberikan dampak buruk pada mesin, terlebih jika tidak dilakukan di bengkel yang tepat.

Pada dasarnya, proses remap ECU itu melakukan perubahan parameter-parameter seperti injector, timing dan banyak lagi. Semua settingan tersebut tentu sudah dihitung dan dipertimbangkan sebaik mungkin oleh pabrikan untuk menghasilkan performa yang optimal.

Baca juga: 6 Cara Mudah Bersihkan Dashboard Mobil Kusam

Jadi, mungkin saja ada berbagai resiko setelah mobil melakukan proses remap ECU. berikut beberapa di antaranya.

 

Garansi hilang

Saat membeli mobil baru, biasanya kamu akan mendapatkan garansi yang cukup lama, yakni sekitar 5 tahun. Tapi, setelah remap ECU, garansi mobil akan hilang begitu saja. Asuransi pun juga enggan meng-cover kerusakan akibat proses ini.

 

Performa mesin jeblok 

Apabila pengerjaan remap ECU dilakukan di luar batas kemampuan mesin, bisa membuat performanya justru anjlok dan menimbulkan berbagai masalah.

 

Komponen tidak awet

Sensasi berkendara yang dihasilkan setelah melakukan remap ECU membuat pengendara secara tidak sadar sering memacu mobilnya dalam kecepatan tinggi. Alhasil, beberapa komponen juga jadi lebih cepat aus dan umur mesin jadi lebih pendek.

Baca juga: 5 Cara Agar Mobil Bekas Lolos Uji Emisi, Nyaman dan Bebas Polusi! 

Hal ini bisa dicegah dengan mengecek kondisi mesin dan mengganti olinya secara berkala.

 

Suara mesin berubah

Setelah melakukan proses remap ECU, suara mesin mobil akan berubah menjadi lebih kasar. Tapi tenang, hal tersebut tidak merusak mesin apabila kamu sering mengecek kondisi dan komponen mesin serta melakukan servis berkala.

 

Mesin mobil mati

Pengerjaan yang asal-asalan dan settingan yang tidak sesuai bisa merusak mesin mobil bahkan hingga membuatnya sering mati. 

 

Biaya remap ECU mobil

Tenang, semua dampak buruk di atas bisa dihindari jika pengerjaannya dilakukan dengan tepat. Nah, jika tertarik untuk melakukan proses remap ECU, biaya yang dibutuhkan untuk mobil bermesin bensin diperkirakan mulai dari Rp 2.250.000 hingga Rp 4.000.000. 

Baca juga: Biaya dan Cara Mengurus Plat Nomor Cantik

Sedangkan mobil diesel diperkirakan minimal menghabiskan Rp 3.250.000. Sementara untuk mobil-mobil premium, biayanya diperkirakan lebih mahal lagi. Sebut saja untuk mobil premium Eropa, biayanya bisa menyentuh angka Rp 45.000.000!

Perlu diketahui bahwa remap ECU sifatnya permanen, sehingga tidak bisa dikembalikan ke settingan awal atau standar pabrikan. Maka dari itu, pastikan kamu memilih bengkel yang tepat dengan alat yang berkualitas dan mekanik yang berpengalaman serta profesional.

Apalagi jika mengingat harganya yang tidak murah, jangan sampai niat awal ingin membuat performa mobil semakin optimal justru malah sebaliknya. Yuk berikan yang terbaik buat mobil kesayangan kamu!

Baca juga: Harga BBM Naik? Tenang mobbi Bayarin Pakai Promo AstraPay!

Untuk informasi dan tips-tips menarik lainnya, kunjungi mobbi, ya! mobbi juga bisa diakses melalui smartphone dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan