×

blog/perawatan-transmisi-cvt-vs-matic-konvensional-mana-yang-paling-mahal-052023

Perawatan Transmisi CVT vs Matic Konvensional, Mana yang Paling Mahal?

27 Mei 2023

Bukan rahasia jika  saat ini jenis transmisi mobil secara umum terbagi atas matic konvensional (AT) dan juga Continuous Variable Transmission (CVT). Tidak hanya nama, sistem dari keduanya pun jauh berbeda.

Transmisi CVT menggunakan sistem sabuk baja yang menghubungkan puli input dan output. Sementara transmisi matic konvensional umumnya menggunakan sistem cairan hidrolik untuk mengoperasikan perpindahan gigi.

Baca Juga: Fungsi, Jenis, dan Tips Memilih Karpet Mobil

Selain berbeda dalam cara kerjanya, pertanyaannya adalah, apakah perawatannya dan biaya servisnya juga berbeda? Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasannya di bawah ini. 

 

Perawatan transmisi CVT

Perawatan transmisi CVT ini umumnya meliputi penggantian oli secara teratur. Oli perlu diganti sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang ditentukan oleh produsen mobil. Selain itu, perawatan transmisi ini juga mencakup pemeriksaan dan penggantian sabuk jika diperlukan. 

Beberapa model mobil dengan transmisi ini mungkin juga memerlukan pemeriksaan dan penyesuaian katup kontrol tekanan. 

Baca Juga: 6 Tanda Mobil Kamu Butuh Spooring Balancing

Adapun beberapa bengkel merekomendasikan untuk mengganti oli transmisi setiap 30 ribu kilometer. Penggantian oli dilakukan agar transmisi terlubrikasi dengan baik dan tidak cepat aus.

 

Perawatan transmisi matic konvensional

Perawatan transmisi matic konvensional melibatkan penggantian oli transmisi secara teratur sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang ditetapkan. 

Beberapa model mobil dengan transmisi matic konvensional mungkin juga memerlukan penyesuaian dan pemeriksaan katup kontrol tekanan. 

Baca juga: Lagi Cari Toyota Voxy Bekas? Yuk Simak Kelebihan dan Kekurangannya Berikut!

Sama halnya dengan CVT, oli matic pada matic konvensional juga perlu diganti. Namun penggantian oli transmisi matic konvensional lebih lama penggantiannya dibandingkan CVT yaitu setiap 80 ribu kilometer. Tindakan ini penting untuk memastikan bahwa transmisi tetap terlumasi dengan baik dan mencegah keausan yang tidak diinginkan. 

Hal ini karena oli transmisi berperan vital dalam melumasi komponen-komponen internal transmisi, yang membantu mengurangi gesekan dan panas yang dihasilkan selama operasi. 

Dengan melakukan penggantian oli secara teratur, kamu dapat memastikan bahwa transmisi mobil tetap berkinerja optimal dan masa pakainya lebih panjang.

 

Biaya perbaikan CVT lebih mahal dibandingkan konvensional

Biaya perbaikan dua jenis transmisi matic ini bisa sama besarnya jika kerusakan diakibatkan karena telat ganti oli. Itulah mengapa, pemilik mobil matic harus rutin menjaga kualitas dan ganti oli transmisi matic konvensional maupun CVT secara rutin.

Baca juga: 6 Tanda Mobil Kamu Butuh Spooring Balancing

Sebagai estimasi, bila kerusakannya sudah parah, maka biayanya perbaikannya bisa menyentuh Rp 10 juta untuk transmisi matic konvensional. Sedangkan untuk CVT, mengingat untuk mendapatkan bahannya masih sulit, maka biaya perbaikannya akan lebih mahal.

Lebih lengkap, berikut daftar biaya perbaikan transmisi CVT mobil yang umum dipasaran yang ditawarkan bengkel spesialis: 

1. Seal dan kampas: Rp 8 jutaan 

2. Ganti dengan transmisi matic copotan (untuk kerusakan parah dan perlu penggantian): Rp 5 jutaan 

3. Puli dan steel belt: Rp 7 jutaan 

4. Ganti dengan CVT copotan (untuk kerusakan parah dan perlu penggantian): Rp 18 jutaan

Sedangkan untuk transmisi matik konvensional rata rata biayanya adalah sebagai berikut :

1. Seal solenoid : Rp 2-3 jutaan

2. Jasa overhaul dan sparepart: Rp 5-8 jutaan

3. Ganti transmisi copotan : Rp 8-10 jutaan

Secara umum, biaya perawatan transmisi CVT memang lebih mahal jika dibandingkan dengan transmisi konvensional. Ini dikarenakan part CVT masih sedikit sekali copotannya, dan tergolong harus membeli baru. Begitupun juga ganti oli pada transmisi CVT juga harus lebih sering jika dibandingkan dengan transmisi konvensional.

Namun, biaya tersebut hanya estimasi. Biaya bisa saja berubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah tergantung seberapa parah kerusakan, tipe dan merek mobil, hingga ketersediaan komponen. 

Dari pada repot-repot menghitung biaya perbaikan, yuk rawat transmisi mobil kamu agar kerusakan bisa dihindari dan kamu nggak perlu mengeluarkan biaya untuk memperbaikinya!

Baca juga: Perbedaan Istilah Spooring dan Balancing dalam Perawatan Mobil

Mau tau informasi dan tips-tips otomotif menarik lainnya? Atau sedang mencari mobil idaman? Yuk kunjungi mobbi! Kamu juga bisa mengakses mobbi melalui aplikasi dengan mengunduhnya di  Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan