×

blog/pengemudi-arogan-dengan-pelat-dewa-minta-jalan-apa-harus-ngalah-122022

Pengemudi Arogan dengan Pelat Dewa Minta Jalan, Apa Harus Ngalah?

27 Des 2022

Aksi arogan dari pemilik pelat dewa kembali terjadi. Dalam sebuah rekaman video yang diunggah oleh akun @reynold_lumintang di Instagram, terlihat seorang pemilik mobil Mitsubishi Pajero dengan pelat QH menodong senjata tajam kepada pengemudi lainnya.

Kronologinya bermula di depan Mall of Indonesia (MOI), pukul 21.05 pada Minggu (25/12) lalu. Aksi arogan tersebut dilakukan lantaran mobil dengan pelat QH hendak menyerobot antrean, namun tidak diberi jalan oleh Reynold. 

Seakan tidak terima, pengemudi arogan dengan mobil pelat QH tersebut pun mengejar Reynold hingga ke bunderan Boulevard Gading sembari menodong senjata dan berakhir menabrakan mobilnya ke sisi kiri mobil Reynold.

Baca juga: Cara Mendapatkan Pelat Nomor Putih untuk Mobil Bekas

Pelat dewa sendiri adalah julukan bagi kendaraan dengan pelat nomor khusus yang biasanya dimiliki oleh pejabat negara. Namun sayangnya, kendaraan dengan pelat tersebut kerap bertindak seenaknya.

Jika dihadapkan dengan pengemudi arogan seperti itu, tindakan apa yang harus dilakukan?

 

Lakukan defensive driving

Defensive driving adalah perilaku mengemudi yang selalu berpikir jauh ke depan, waspada akan segala kemungkinan risiko yang terjadi, antisipatif, dan selalu bisa menghindar dari masalah baik yang disebabkan orang lain maupun diri sendiri.

Apabila bertemu dengan pengemudi pelat dewa yang bersikap arogan, cukup lakukan defensive driving dengan menghindar dan berikan saja jalan. 

Baca juga: Bea Balik Nama Mobil Bekas Bakal Dihapus, Kapan Mulai Berlaku?

Tujuannya agar kamu terhindar dari kerugian yang bisa terjadi akibat timbulnya konflik dengan sesama pengendara. Ingat, kondisi emosi seseorang saat berkendara tidak bisa diprediksi. 

Alih-alih membuatnya lebih tertib, saat dihalangi mungkin saja pengemudi tersebut justru melakukan hal yang dapat membahayakan kamu. 

Jadi, sebaiknya menghindar saja dan berpikir positif, bisa saja kendaraan dengan pelat khusus tersebut tengah menjalankan tugas.

 

Sanksi sosial

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman, warga diperbolehkan memberi sanksi sosial bagi pengguna pelat khusus yang melanggar aturan lalu lintas.

Baca juga: Hati-Hati Beli Mobil Bekas! Telat Bayar Pajak 2 Tahun Dianggap Kendaraan Bodong

Namun, menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, tindakan tersebut tidak tepat karena dapat menimbulkan konflik di jalan raya.

Menurutnya, polisi bisa meminta warga untuk merekam. Rekaman tersebut kemudian diberikan kepada polisi atau diunggah di media sosia. Selain itu, harus ada tindak lanjut sanksi hukum sebagai efek jera.

Jadi, soal memberi sanksi untuk pengemudi arogan bukanlah ranah masyarakat, baik itu sanksi ringan ataupun sosial, sehingga tetap harus diserahkan ke polisi sebagai penjaga keamanan, guna menghindari konflik.

 

Aturan pelat khusus

Pelat dewa dengan kombinasi QH di bagian belakang umumnya dipakai untuk anggota TNI atau Kepolisian, sama seperti pelat RF. Jadi bisa dibilang pengendara Mitsubishi Pajero tersebut menggunakan pelat khusus.

Baca juga: Bukan Cuma Ditilang, Pakai Pelat Nomor Palsu Terancam Pidana

Namun, meski merupakan pelat khusus, bukan berarti bisa mendapat perlakuan istimewa di jalan, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 134 dan 135 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam UU tersebut, ada tujuh golongan kendaraan yang bisa mendapatkan prioritas dalam penggunaan jalan. Kendaraan dengan pelat RF bisa mendapatkan prioritas dengan catatan kendaraan tersebut sedang dalam pengawalan polisi lalu lintas atau voorijder.

Sedangkan jika tidak dalam pengawalan, maka mobil dengan pelat RF tidak berhak mendapatkan prioritas. Tapi sayangnya, aturan tersebut kerap tidak diindahkan.

Baca juga: ETLE Mobile dan ETLE Statis Resmi Dirilis, Apa Perbedaannya?

Para pemilik pelat mobil pejabat negara ini seringkali bersikap arogan dan tidak menghormati para pengguna jalan lainnya. Akibatnya, timbul sejumlah keluhan dan stigma negatif.

Hal tersebut membuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah untuk membenahi dan mengkaji ulang aturan pelat khusus.

 

Izinnya bisa dicabut

Aturan pelat khusus ini sudah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penerbitan Rekomendasi STNK dan TNKB (pelat nomor) khusus dan rahasia bagi kendaraan bermotor dinas.

Baca juga: Berlaku Kembali, Apa Saja Pelanggaran yang Kena Sanksi Tilang Manual?

Pada Pasal 15 Ayat 1, pemohon wajib menjaga agar STNK atau TNKB khusus dan rahasia yang telah diberikan tidak disalahgunakan atau dipindahtangankan kepada orang yang tidak berhak atau berwenang.

Kemudian pada Pasal 15 Ayat 2, dalam hal STNK/TNKB khusus dan rahasia disalahgunakan, pejabat penerbit rekomendasi berwenang mencabut dan membatalkan surat rekomendasi yang telah dikeluarkan.

Jadi, jika kamu bertemu dengan pemilik pelat dewa yang bertindak arogan dan melanggar aturan lalu lintas, cukup lakukan defensive driving. Yuk jadi pengendara yang bijak, tertib lalu lintas, dan hindari konflik di jalan raya!

Baca juga: Miliki Mobil Daihatsu Idamanmu di Trade-In Festival Week with mobbi & Daihatsu

Untuk informasi dan tips-tips menarik lainnya, kunjungi mobbi, ya! mobbi juga bisa diakses melalui aplikasi dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan