×

blog/knalpot-mengeluarkan-air-bahaya-atau-tidak-092022

Knalpot Mengeluarkan Air, Bahaya atau Tidak?

20 Sep 2022

Knalpot mengeluarkan air seringkali dihubungkan dengan masalah kebocoran dan dianggap berbahaya. Padahal, faktanya knalpot mobil yang mengeluarkan air tidaklah berbahaya serta bukan merupakan indikator kerusakan pada mesin mobil.

Justru sebaliknya, knalpot yang mengeluarkan air adalah tanda bahwa mesin mobil sedang dalam kondisi baik-baik saja. Yup, ini merupakan sesuatu yang wajar terjadi, apalagi kalau mobil kamu menggunakan sistem EFI atau Electronic Fuel Injection.

 

Lalu, apa yang membuat knalpot mengeluarkan air?

Jika diibaratkan, knalpot bekerja layaknya sistem pernapasan manusia. Saat bernapas pada suhu rendah, mulut dan hidung akan mengeluarkan uap. Ini karena karbondioksida yang dikeluarkan sudah terkondensasi menjadi uap air.

Baca juga: Perawatan Mesin Turbo, Jaga Oli dan Kualitas Bahan Bakar

Nah, begitupun yang terjadi pada knalpot mobil. Proses pembakaran bahan bakar di ruang mesin dan udara menghasilkan karbondioksida dan uap air.

Saat suhu udara di sekitar mobil cenderung rendah atau dingin, maka uap air yang keluar melalui knalpot akan semakin banyak. Inilah yang membuat knalpot mengeluarkan air.

Jadi, kalau kamu sedang memanaskan mobil dan knalpot mengeluarkan air, nggak perlu panik lagi, ya. Sebab hal tersebut bukanlah pertanda terjadinya kebocoran pada mesin.

Baca juga: Bisa Bikin Harga Jual Mobil Tinggi, Ini Cara Merawat Jok Mobil

Keluarnya air dari knalpot juga bukan pertanda air radiator bocor dan rembes ke mesin. Air radiator yang bocor tidak keluar dari knalpot, melainkan dari bagian depan mobil, dekat dengan radiator.

 

Perhatikan jumlah air yang keluar

Meski bukan merupakan tanda kerusakan, ada baiknya tetap memperhatikan jumlah air yang keluar dari knalpot. Jika air yang keluar hanya sedikit atau berupa tetesan, kamu nggak perlu khawatir karena kondisi tersebut adalah normal.

Sedangkan, jika knalpot mengeluarkan air dalam jumlah yang banyak, bisa jadi ada gangguan tertentu. 

Baca juga: Harga BBM Naik? Tenang mobbi Bayarin Pakai Promo AstraPay!

Apabila kamu baru saja melalui jalanan yang banjir atau baru saja mencuci mobil, bisa jadi hal tersebutlah yang menjadi penyebab banyaknya air yang keluar dari knalpot.

Air yang masuk melalui knalpot akan tertampung di muffler agar tidak masuk ke dalam ruang mesin. Nah air tersebut akan keluar dengan sendirinya melalui knalpot saat mesin dihidupkan.

Tapi, jika air tidak keluar, kamu cukup hidupan mobil dan injak pedal gas hingga mencapai 4.000 RPM. Tidak perlu terlalu lama, cara ini hanya untuk memancing agar air keluar dari muffler melalui knalpot.

 

Ciri knalpot bocor

Sementara itu, kebocoran pada knalpot diikuti dengan 3 ciri berikut ini.

 

Penurunan daya

Knalpot yang bocor akan membuat tenaga mobil melemah. Kondisi ini akan semakin parah apabila kebocoran tidak segera ditangani dengan baik. 

Baca juga: 10 Tips Aman Menghindari Diri Dari Tindak Pencurian Mobil

Selain itu, konsumsi bahan bakar juga akan lebih boros dari biasanya akibat adanya kebocoran pada knalpot, sehingga membuat mesin tidak bergerak dari putaran RPM rendah.

 

Bunyi bising pada mesin

Ciri kebocoran knalpot berikutnya adalah timbulnya suara yang lebih keras dari suara mobil pada umumnya. Awalnya mungkin tidak terlalu keras, tapi jika dibiarkan terlalu lama, maka suara tersebut akan semakin mengganggu.

Untuk memeriksanya, kamu cukup menyalakan mobil dan dengarkan suara yang berasal dari bawah mobil.

 

Bau tidak sedap di dalam kabin

Bau yang tidak sedap di dalam kabin juga merupakan pertanda terjadinya kebocoran pada knalpot. Bau tidak sedap ini berasal dari asap knalpot. 

Baca juga: 6 Cara Merawat Electric Power Steering Biar Lebih Awet

Jika dibiarkan terlalu lama, bukan cuma mobil kamu yang kondisinya semakin buruk, tapi kesehatan tubuh juga akan terganggu.

 

Penyebab knalpot bocor

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab bocornya knalpot, salah satunya adalah usia pakai. Sebaik apapun kondisi knalpot yang digunakan, komponen ini memiliki batas usia pemakaian.

Usia pakai knalpot sendiri umumnya maksimal 2 tahun ke atas. Lebih dari itu biasanya sudah timbul masalah, salah satunya bocor. Semakin buruk gaya penggunaan mobil, semakin pendek pula usia pakai knalpot.

Baca juga: 6 Cara Mudah Bersihkan Dashboard Mobil Kusam

Selain usia pakai, korosi juga menjadi penyebab bocornya knalpot. Perlu diingat bahwa knalpot merupakan komponen yang terbuat dari besi sehingga rentan terhadap korosi.

Proses korosi ini terjadi akibat reaksi kimia dan terjadi jika komponen ini jarang dibersihkan, terlebih jika kamu tinggal di daerah pantai atau dekat dengan udara laut.

Jadi, mulai sekarang jangan sekalipun kamu menghilangkan knalpot dari daftar pengecekan kendaraan berkala, ya.

Baca juga: 5 Cara Agar Mobil Bekas Lolos Uji Emisi, Nyaman dan Bebas Polusi!

Jangan lupa juga lakukan perawatan secara keseluruhan guna menjaga performa mobil serta membuat harga jualnya tetap stabil.

Kalau mau lebih untung,  jangan lupa jualnya di mobbi, aja! Kamu dijamin mendapat penawaran harga terbaik! Soalnya, penilaian mobil dilakukan secara profesional dan akurat. Prosesnya juga mudah dan cepat. 

Bukan cuma itu, spesial bulan September 2022, jual mobil bekas di mobbi bisa dapet cashback hingga Rp 2 juta.

Baca juga: Modifikasi yang Bikin Harga Jual Mobil Jatuh

Yuk jual mobil di mobbi sekarang! Kamu juga bisa mengakses mobbi melalui smartphone dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan