×

blog/kelebihan-jalan-berbaya-atasi-kemacetan-jakarta-apa-lebih-efektif-dibanding-ganjil-genap-012023

Kelebihan Jalan Berbayar Atasi Kemacetan Jakarta, Apa Lebih Efektif Dibanding Ganjil Genap?

11 Jan 2023

Sejumlah kelebihan jalan berbayar dinilai mampu mengatasi kemacetan Jakarta dibandingkan dua sistem pengendalian lalu lintas sebelumnya, yakni ganjil genap.

Jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) sendiri adalah sistem pengendalian lalu lintas di mana kendaraan bermotor akan dibatasi secara elektronik dengan berbayar di ruas jalan dan waktu tertentu. 

Baca juga: Sistem Jalan Berbayar Bakal Ada di Jakarta, Ini 25 Lokasi dan Tarifnya

Lantas, benarkah jalan berbayar lebih efektif dibanding ganjil genap? Berikut kelebihan jalan berbayar menurut pemerhati transportasi dan hukum.

 

Kelebihan jalan berbayar

Dikutip dari Kompas.com, menurut pemerhati transportasi dan hukum, Budiyanto, dibandingkan sistem pengendalian lalu lintas lainnya seperti ganjil genap dan 3 in 1, sistem jalan berbayar lebih efektif untuk mengatasi kemacetan jakarta, serta lebih tepat sasaran.

Hal ini karena menurutnya sistem jalan berbayar diberlakukan tanpa ada pengecualian, dalam arti bahwa pengguna jalan membayar dengan besaran bayaran sesuai dengan apa yang telah ditentukan, atau besar kecilnya biaya akan ditentukan tingkat kepadatan.

Baca juga: Pengemudi Arogan dengan Pelat Dewa Minta Jalan, Apa Harus Ngalah

Selain itu, Budiyanto menilai, sistem 3 in 1 serta ganjil genap hanya mampu membatasi gerak dan jumlah kendaraan, sedangkan kelebihan jalan berbayar adalah dana hasil sistem ini dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang bermanfaat seperti pembangunan jalan.

 

Polisi optimis jalan berbayar dapat mengurai kemacetan Jakarta

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman mengaku optimistis sistem jalan berbayar dapat mengurai kemacetan di jalan.

"Pasti setiap kebijakan kan tujuannya untuk itu, bagaimana agar lalu-lintas berjalan. Tapi rencana itu memang dibuat oleh Pemprov," kata Latif.

Baca juga:Hati-Hati Beli Mobil Bekas! Telat Bayar Pajak 2 Tahun Dianggap Kendaraan Bodong

Latif menambahkan, sudah ada koordinasi dari Pemprov DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya untuk penerapan ERP Jakarta. 

"Itu kan udah berjalan lama, sebelum saya mungkin udah ada koordinasi. Itu kan tujuannya untuk bagaimana pengaturan volume kendaraan bisa diatur jam operasionalnya," tambahnya.

"Ataupun mereka pembatasan untuk aktivitas masyarakat seperti kebijakan gage sebenarnya. Tapi kan ini ada beberapa ruas yang memang istilahnya untuk mengurangi kemacetan di jalan berbayar itu," tutup Latif.

Baca juga: Harga Mobil dan Motor Listrik Makin Terjangkau dengan DP 0% dari OJK

Dirinya juga mengungkapkan bahwa ke depannya polisi dipastikan akan terlibat dalam penerapan kebijakan ERP Jakarta.

 

Kendaraan yang bebas jalan berbayar

Sejumlah golongan kendaraan bermotor mendapatkan dispensasi atau pengecualian atas pemberlakuan kebijakan jalan berbayar di Jakarta.

Sebagaimana yang tercantum dalam draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE), salah satu kendaraan yang dikecualikan ialah kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik.

Baca juga: Deretan Mobil City Car Paling Laris Sepanjang 2022 Berdasarkan Data Gaikindo

Selain itu, sepeti tertulis di Bagian Kedua Tarif Layanan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik, Pasal 15 ayat 1 (satu), angkutan umum, sepeda listrik, sampai ambulans juga mendapatkan pelakuan serupa.

Lebih rinci, berikut kendaraan bermotor dan kendaraan yang tidak perlu untuk membayar tarif layanan pengendalian lalu lintas secara elektronik:

1. Sepeda listrik.

2. Kendaraan bermotor umum pelat kuning.

3. Kendaraan dinas operasional instansi pemerintah dan TNI dan Polri kecuali/ selain berpelat hitam.

4. Kendaraan korps diplomatik negara asing.

5. Kendaraan ambulans.

6. Kendaraan jenazah.

7. Kendaraan pemadam kebakaran.

 

Bagaimana dengan sepeda konvensional?

Kabar baiknya, dalam mengembangkan kawasan PPLE, Pemprov DKI tetap menyediakan jalur sepeda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Dalam Raperda tersebut tertulis, "Jalur sepeda yang tersedia dalam kawasan itu tetap beroperasi dan dapat dilewati oleh sepeda, termasuk sepeda listrik, tanpa dikenakan Tarif Layanan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik".

 

Lokasi dan jadwal jalan berbayar

Dalam Raperda tersebut juga diatur soal jadwal jalan berbayar. Saat sudah berlaku, nantinya jadwal jalan berbayar akan berlangsung setiap hari mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 WIB. 

Baca juga: Pengemudi Arogan dengan Pelat Dewa Minta Jalan, Apa Harus Ngalah

Dijelaskan juga, dalam hal keadaan tertentu, Gubernur dapat berikan persetujuan untuk sementara waktu tidak memberlakukan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE).⁣Sedangkan untuk lokasinya, setidaknya ada 25 ruas yang akan menerapkan sistem ini.

 

Tarif jalan berbayar

Soal tarif jalan berbayar, saat ini belum ditentukan beberapa besaran pastinya. Namun, Dishub DKI Jakarta telah mengusulkan bahwa besaran tarif jalan berbayar berkisar antara Rp5.000 sampai Rp19.900 untuk sekali melintas.

Penerapan ERP ditargetkan bisa dimulai pada 2023 yang diuji cobakan ke titik tertentu dahulu seperti Bundaran HI sepanjang 6,12 kilometer. 

 

Denda jalan berbayar

Dalam draf yang sama, disebutkan bahwa pengendara yang melanggar akan dikenai denda sebanyak 10 kali lipat dari tarif normal. 

Baca juga: Parade Promo Seru, Tukar Tambah Mobil di mobbi Bisa Dapet Cashback Rp 3 Juta!

Denda tersebut nantinya akan dibayarkan ke rekening kas daerah dan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung jalan lainnya.

Jadi, apabila sistem ini sudah resmi diterapkan, pastikan kamu patuhi aturannya dan jangan sampai menjadi pelanggar. Yuk, jadi pengendara yang taat aturan lalu lintas!

Untuk informasi dan tips-tips menarik lainnya, kunjungi mobbi,ya! mobbi juga bisa diakses melalui aplikasi dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan