×

blog/jarang-ganti-filter-oli-mobil-apa-efeknya-pada-mesin-122022

Jarang Ganti Filter Oli Mobil, Apa Efeknya Pada Mesin?

30 Des 2022

Ganti filter oli secara berkala merupakan salah satu cara untuk merawatnya agar dapat bekerja optimal. Yup bukan cuma olinya saja yang harus diganti rutin, filternya pun juga.

Pasalnya, filter oli mobil punya peran penting dalam menyaring kotoran sebelum oli masuk ke bagian mesin. Tanpa penyaringan yang baik, berbagai dampak buruk akan terjadi pada mobil kamu. 

Baca juga: Tips Merawat Mobil Putih Agar Selalu Bersih dan Kinclong

Untuk itu, hilangkan kebiasaan malas mengganti filter oli mobil jika tidak ingin mengalami sejumlah dampak buruk berikut ini.

 

1. Mesin cepat panas

Dampak negatif dari apabila kamu jarang ganti filter oli adalah mesin akan menjadi cepat panas. Hal ini karena suplai oli yang diterima oleh mesin mobil semakin sedikit, sehingga menimbulkan gesekan antar komponen.

Apabila dibiarkan, gesekan akan semakin ekstrem dan membuat mesin mobil cepat panas bahkan bisa berujung jebol jika tidak didinginkan. Akibatnya, mesin menjadi melengkung, piston macet, dan bantalan mesin serta silinder menjadi rusak.

 

2. Tekanan oli menurun

Mobil yang jarang ganti filter oli juga akan membuat aliran di dalam mesin tersumbat. Tekanan rendah yang membuat distribusi oli terhambat.

Baca juga: Daftar Bengkel Uji Emisi Jaringan Astra di Jakarta, Catat Ya!

Akibatnya, komponen mesin akan kekurangan pelumas saat bekerja karena tidak ada oli yang tersalurkan. Jika dibiarkan, mesin lama-kelamaan akan overheat hingga harus turun mesin.

Untuk itu, kamu harus mulai waspada jika sinyal indikator menunjukkan tanda merah atau pengukuran memperlihatkan tekanan oli mesin berada di bawah angka 1.0 kilogram per cm2, sebab artinya filter oli mobil harus segera diganti.

 

3. Muncul bunyi gesekan antar logam

Jarang ganti filter oli mobil akan membuat terjadinya gesekan antar komponen di dalam mesin. Jika kamu mendengar bunyi yang mengganggu saat mesin dihidupkan, besar kemungkinan masalahnya adalah filter oli mobil yang tak lagi bekerja dengan optimal.

Baca juga: Mesin Mobil Ngelitik? Kenali 12 Penyebab dan Solusinya

Jika kondisi tersebut dibiarkan, lama-kelamaan komponen yang ada di dalam mesin akan menjadi cepat aus. 

 

4. Performa mesin menurun

Kotoran yang tercampur pada oli mobil akibat filter yang sudah terlalu kotor akan membuat mesin mobil menurun. Mobil akan terasa berat saat dikendarai.

Kamu tidak akan mendapatkan kecepatan seperti yang diinginkan, suara mesin juga tidak akan terdengar halus. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan menambah masalah, seperti konsumsi bahan bakar yang boros.

 

5. Timbul asap dari knalpot

Jika kamu mendapati knalpot mengeluarkan asap putih tipis dan tidak bertahan lama, maka tidak perlu khawatir. Asap tersebut muncul karena adanya kondensasi atau pengembunan, sehingga wajar terjadi dan bukan indikasi adanya masalah.

Baca juga: Mesin Bensin Salah Isi BBM Pakai Diesel, Apa Akibatnya?

Sebaliknya, jika asap yang keluar dari knalpot berwarna hitam, kamu patut khawatir, karena asap tersebut menandakan adanya sesuatu yang tidak beres dalam proses pembakaran. Kondisi ini biasanya terjadi pada mobil yang sudah berusia tua.

Asap knalpot mobil yang hitam dapat menandakan bahwa filter oli mesin dalam kondisi yang buruk. Bau oli terbakar juga menjadi pertanda jika ada masalah pada filter oli tersebut.

Ini disebabkan oleh filter oli yang tersumbat, sehingga oli yang mengalir ke sistem pembuangan terbakar. Jika hal ini terjadi, maka kamu segera mengganti filter oli mesin mobil atau membawanya ke bengkel resmi agar ditangani dengan tepat.

 

Waktu ideal untuk ganti filter oli mobil

Jika tidak ingin mengalami hal-hal di atas, penggantian filter oli harus dilakukan secara rutin. Idealnya, dilakukan saat jarak tempuh mencapai 10.000 kilometer hingga 15.000 kilometer, atau dalam interval dua kali ganti oli.

Baca juga: Ketahui 7 Penyebab Tarikan Mobil Terasa Berat

Penggantian juga disarankan untuk dilakukan saat mengganti oli agar filter agar memberikan daya saring yang bagus.

Sedangkan untuk mobil baru, filter oli disarankan untuk diganti ketika telah mencapai jarak tempuh 1.000 kilometer pertama agar mesin baru dapat melakukan penyesuaian komponen sehingga residu yang timbul akibat gesekan tidak terlalu banyak.

 

Bolehkah dibersihkan?

Filter oli tidak disarankan untuk dibersihkan. Sebab, untuk membersihkan sisa oli dan kotoran-kotoran yang sudah lama mengendap tidaklah mudah.

Baca juga: Tarif Tol Naik Dalam Waktu Dekat, ini Daftar Ruasnya

Jika kotoran sudah menumpuk dan hanya melakukan pembersihan, kinerja oli yang baru tidak akan optimal, sehingga lebih disarankan untuk diganti. 

Mulai sekarang, jangan acuh lagi ya dengan perawatan filter oli mobil. Selain komponen tersebut, pastikan mobil terawat secara menyeluruh agar nyaman untuk dikendarai dan bikin kamu lebih untung ketika hendak menjualnya di kemudian hari. Apalagi, kalau jual di mobbi!

Mobil kamu akan dicek secara akurat oleh ahli dari Astra, jadi kamu dijamin mendapatkan harga terbaik! Spesial bulan Desember 2022, jual mobil di mobbi bisa dapat tambahan cashback hingga Rp 3 juta!

Baca juga: Jual dan Tukar Tambah Mobil Bisa Dapet Cashback hingga Rp 3 Juta? YA IYA DONG! #mobbidariASTRA!

Tunggu apalagi? Yuk kunjungi mobbi sekarang! mobbi juga bisa diakses melalui aplikasi dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan