×

blog/jangan-abai-ini-ciri-timing-belt-mobil-harus-diganti-062023

Jangan Abai, ini Ciri Timing Belt Mobil Harus Diganti

09 Jun 2023

Timing belt atau sabuk gilir merupakan salah satu komponen penting dalam mesin mobil yang memiliki peran vital dalam menjaga sinkronisasi putaran mesin antara poros engkol dan poros nok.

Timing belt memiliki fungsi mengatur pergerakan katup mesin yang mempengaruhi pembakaran bahan bakar dan kinerja keseluruhan mesin.

Namun, seperti halnya komponen lainnya, timing belt juga memiliki umur pakai terbatas dan perlu diganti secara berkala. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penggantian, timing belt yang sudah tidak optimal dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin mobil.

Baca juga: Pengukuran Tekanan Ban Mobil Harus Dilakukan dengan Tepat, Begini Caranya

Mengganti timing belt atau sabuk gilir tepat waktu adalah tindakan pencegahan yang sangat penting untuk menjaga kinerja dan keandalan mesin mobil. Tetapi, banyak pemilik mobil yang tidak menyadari kapan sebaiknya komponen itu harus diganti.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui ciri-ciri timing belt atau sabuk gilir yang sudah waktunya untuk diganti. Berikut penjelasannya.

 

1. Aus

Selanjutnya, perhatikan keausan dan keretakan pada sabuk gilir. Jika melihat adanya keausan atau bahkan potongan-potongan kecil pada permukaan sabuk gilir, itu adalah tanda bahwa sabuk gilir sudah dalam kondisi yang buruk dan perlu segera diganti. 

Baca juga: Biar Tetap Awet, ini Setelan AC Mobil yang Tepat

Jangan mengabaikan tanda-tanda ini karena sabuk gilir yang rusak dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin. Kalau tidak diganti, bahkan bisa menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba saat sedang digunakan.

 

2. Berdecit

Ciri lain yang perlu diperhatikan adalah bunyi yang tidak biasa. Jika mendengar suara berisik atau berdecit ketika mesin berjalan, itu bisa menjadi indikasi bahwa sabuk gilir sudah mulai longgar atau bergeser dari posisi semestinya.

Bunyi berisik ini biasanya muncul saat mesin dinyalakan atau saat mesin berada pada RPM tertentu. Jika mengalami hal ini, segera bawa mobil ke bengkel untuk memeriksa kondisi sabuk gilir.

 

3. Terjadi kebocoran

Oli yang menetes keluar dari ruang mesin merupakan pertanda adanya masalah pada komponen di bagian dalam mesin tersebut. Satu di antaranya gejala timing belt rusak. 

Baca juga: Daftar Terbaru Tarif Parkir Mobil di Bandara Soekarno-Hatta

Apabila oli bocor, maka akan mempengaruhi putaran camshaft sehingga kinerja komponen tersebut jadi terganggu.

 

4. Terdapat retakan

Retakan pada timing belt adalah tanda yang jelas bahwa komponen tersebut perlu segera diganti. Keretakan menunjukkan bahwa timing belt tidak lagi dapat melakukan tugasnya dengan baik, yaitu menggerakkan camshaft dan crankshaft.

Jika sabuk gilir retak, risiko kegagalan yang lebih serius pada mesin mobil meningkat.Oleh karena itu, segera pergi ke bengkel untuk memeriksa timing belt yang retak.

Baca juga: Komparasi Honda Mobilio dan BR-V, Mana yang Lebih Cocok Untukmu?

Apabila timbul kerusakan yang lebih parah pada mesin, maka teknisi biasanya mengganti timing belt dengan yang baru.

 

5. Menipis dan tak bergerigi

Salah satu indikator kualitas sabuk gilir adalah ketebalannya. Sabuk gilir yang berkualitas akan tetap terlihat tebal.

Namun, tanda yang paling jelas adalah ketika tidak ada lagi gerigi di bagian dalam permukaan timing belt. Gerigi ini penting untuk memberikan cengkraman yang kuat, tetapi seiring berjalannya waktu, gerigi tersebut bisa aus karena gesekan.

Baca juga: BMW Seri 7 Generasi ke 7 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,2 Miliar

Jika timing belt terlihat menipis dan tidak memiliki gerigi lagi, disarankan untuk segera menggantinya dengan yang baru.

Penggantian timing belt  yang sudah menipis dan tidak bergerigi ini penting untuk dilakukan agar semua komponen mesin tetap berjalan dengan baik dan sesuai fungsinya.

Itu adalah beberapa tanda bahwa sabuk gilir mobil mulai rusak. Menghubungi bengkel terpercaya adalah langkah yang bijaksana untuk memeriksa kondisi timing belt dan melakukan penggantian jika diperlukan. 

 

Waktu yang tepat untuk ganti timing belt

Selain melalui ciri-ciri di atas, penggantian timing belt juga sebaiknya dilakukan secara rutin berdasarkan batas usia maksimalnya.

Baca juga: Biaya dan Cara Mengurus STNK Hilang

Secara umum, timing belt disarankan untuk diganti setiap 40,000 hingga 80,000 kilometer atau sekitar 2-5 tahun tergantung pada merek dan model mobil serta kondisi pemakaiannya.

Jika mobil sudah mencapai batas usia atau kilometer ini, sebaiknya segera memeriksa kondisi timing belt  itu. Jadi, sebelum timbul masalah, pastikan timing belt pada mobil kamu diganti secara rutin berdasarkan rekomendasi pabrikan mobil kamu, ya!

Kunjungi mobbi untuk temukan mobil idamanmu atau informasi-informasi menarik lainnya seputar otomotif. mobbi juga bisa diakses melalui aplikasi dengan unduh aplikasi mobbi di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan