×

blog/alasan-ban-mobil-dirotasi-dan-bagaimana-caranya-092022

Alasan Ban Mobil Dirotasi dan Bagaimana Caranya

28 Sep 2022

Untuk membuatnya tetap aman dan nyaman saat digunakan, ban mobil dirotasi wajib dilakukan secara rutin setiap periode tertentu.

Merotasi ban sendiri merupakan langkah menukar posisi ban, baik dari sisi kanan ke kiri atau dari depan ke belakang dengan tujuan untuk meratakan keausan sehingga ban jadi lebih seimbang dan masa habis pakainya terjadi secara bersama-sama.

Selain itu, dengan merotasinya, biaya perawatan jadi lebih hemat dan ban mobil menjadi lebih awet. 

Baca juga: Beli Mobil Bekas, Memang Bisa Perpanjang STNK tanpa KTP?

Meski terdengar sederhana, nyatanya tidak sedikit pemilik mobil yang acuh dengan perawatan yang satu ini. Padahal, ada berbagai bahaya bila ban mobil tidak dirotasi. Apa saja?

 

Bahaya ban mobil tidak pernah dirotasi

Dinamika mobil di jalan membuat tapak keempat ban mobil aus dengan kecepatan yang berbeda. 

Mobil dengan penggerak roda belakang, tapak ban belakang biasanya akan lebih cepat aus. Sedangkan mobil dengan penggerak roda depan, tapak ban depan yang akan lebih cepat aus.

Baca juga: Solar Bersubsidi Ternyata Berdampak Buruk Buat Mobil Diesel

Perpindahan beban mobil dan tekanan suspensi yang berubah-ubah ketika mobil menghadapi tikungan atau melakukan pengereman juga bisa mempercepat keausan ban.

Nah, apabila ban mobil tidak dirotasi dengan rutin atau tidak dirotasi sama sekali, maka keausan setiap ban tidak merata. 

Dampaknya, performa grip ban jadi tidak seimbang, kemampuan pengereman di jalan basah juga akan berkurang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca juga: Ketahui 7 Penyebab Tarikan Mobil Terasa Berat

Selain itu, ban jadi mudah selip karena licin, serta performa pengendalian mobil juga terganggu sehingga mobil menjadi kurang stabil saat berbelok.


Cara merotasi ban mobil

Itulah mengapa ban mobil dirotasi jadi sesuatu yang wajib dilakukan secara rutin. Tapi, melakukannya pun juga tidak boleh asal. Berikut caranya.

1. Tingkat keausan mobil harus dalam skala normal. Jika tidak normal, sebaiknya diganti dengan ban yang baru dan hindari merotasinya.

2. Setelah ban mobil dirotasi, periksa semua kondisi ban dengan cara spooring dan balancing kaki-kaki mobil untuk menghindari gangguan keseimbangan dan memperpanjang usia pakai ban.

3. Apabila ingin menggunakan ban cadangan, pastikan bentuk dan tipenya sama dengan ban yang akan dirotasi. Untuk mobil yang menggunakan penggerak roda depan, biasanya ban cadangan dipasang untuk ban belakang kiri. Sedangkan mobil dengan penggerak roda depan, ban cadangan biasanya dipasang pada ban depan kanan.

4. Terakhir, jangan lupa untuk selalu periksa tekanan angin. Pastikan tekanannya sesuai standar yang ditetapkan pabrikan agar performa ban setelah dirotasi maksimal.

Baca juga: Cicilan Lunas, Ini Cara Mengambil BPKB Mobil Bekas

Perlu diketahui bahwa ban yang bisa dirotasi hanya ban dengan model full sized, yakni yang memiliki kesamaan bentuk, kembang, atau alur dimensi dan lebar velg. Artinya, hanya ban dengan merek dan tipe yang sama yang boleh dirotasi.

Jika ban depan memiliki ukuran velg, alur dan tapak yang berbeda, tidak disarankan untuk dirotasi.

Semakin sering ban mobil dirotasi, maka  akan semakin baik.  Idealnya ban mobil dirotasi setiap 10.000 kilometer atau biasanya termasuk dalam pekerjaan servis berkala di bengkel resmi.

Baca juga: Power Steering Mobil Terasa Berat, Ini Penyebabnya

Namun, jika mobil sering dibawa dalam kecepatan tinggi, ban sebaiknya dirotasi setiap menempuh jarak 5.000 kilometer.

Demi keamanan dan kenyamanan berkendara, yuk lawan rasa malas dan rotasi ban mobil kesayanganmu secara rutin!

Untuk informasi dan tips-tips menarik lainnya, kunjungi mobbi ya! mobbi juga bisa diakses melalui aplikasi dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan