×

blog/10-pelanggaran-yang-kena-sanksi-tilang-kamera-etle-berapa-dendanya-122022

10 Pelanggaran yang Kena Sanksi Tilang Kamera ETLE, Berapa Dendanya?

08 Des 2022

Atas instruksi Kapolri, terhitung per 18 Oktober 2022, polisi tidak lagi melakukan tilang manual, melainkan dengan memanfaatkan tilang kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) alias tilang elektronik.

Baca juga: Lokasi Kamera ETLE di Jakarta, Ada Dimana Saja?

Langkah ini merupakan upaya untuk meminimalkan pungli (pungutan liar) dari oknum petugas yang nakal. Saat ini, setidaknya terdapat 10 jenis pelanggaran yang akan ditindak melalui mekanisme tilang elektronik. Apa saja?

 

10 jenis pelanggaran tilang kamera ETLE

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, berikut 10 jenis pelanggaran yang terekam kamera ETLE.

1. Melanggar rambu lalu lintas dan markah jalan.

2. Tidak mengenakan sabuk keselamatan.

3. Mengemudi sambil mengoperasikan smartphone 

4. Melanggar batas kecepatan. 

5. Menggunakan pelat nomor palsu.

6. Berkendara melawan arus.

7. Menerobos lampu merah. 

8. Tidak menggunakan helm.

9. Berboncengan lebih dari 3 orang.

10. Tidak menyalakan lampu saat siang hari bagi sepeda motor.

 

Denda tilang kamera ETLE

Masing-masing jenis pelanggaran di atas memiliki besaran denda dan sanksi yang berbeda-beda. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu atau berupa pidana kurungan selama 1 hingga 3 bulan. Berikut daftar lengkapnya.

1. Melanggar marka jalan. Besaran denda tilang maksimalnya adalah Rp 500 ribu.  

2. Tidak mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat. Denda paling besar Rp 250 ribu, atau ancaman kurungan penjara maksimal satu bulan.  

3. Berkendara sambil menggunakan smartphone. Denda paling besarnya adalah Rp 750 ribu.  

4. Melanggar batas kecepatan, baik kecepatan minimal maupun kecepatan maksimal. Denda maksimalnya adalah Rp 500 ribu atau kurungan penjara maksimal dua bulan.  

5. Melanggar ganjil genap. Pelanggar dapat dikenakan denda tilang elektronik maksimal Rp 500 ribu, atau kurungan penjara dua bulan. 

6. Berkendara melawan arus. Besaran denda maksimal adalah Rp 500 ribu atau kurungan paling lama dua bulan untuk pengendara sepeda motor. Sedangkan untuk pengemudi mobil, denda maksimalnya adalah Rp 1 juta atau kurungan paling lama empat bulan.  

7. Melanggar lampu merah. Denda maksimalnya adalah Rp 500 ribu atau kurungan paling lama dua bulan.  

8. Tidak mengenakan helm. Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia (SNI) akan dikenakan denda tilang elektronik maksimal sebesar Rp 250 ribu atau dipidana kurungan paling lama satu bulan.  

9. Berboncengan lebih dari dua orang. Sepeda motor hanya boleh membonceng satu orang, dan satu orang tambahan hanya jika sepeda motor dilengkapi kereta samping. Pelanggar diancam denda tilang elektronik maksimal sebesar Rp 250 ribu atau kurungan penjara maksimal satu bulan.  

10. Tidak menyalakan lampu saat malam dan siang hari bagi sepeda motor. Pelanggar akan didenda maksimal Rp 250 ribu atau dipidana kurungan paling lama satu bulan.

 

Bagaimana dengan pengendara yang tidak memiliki SIM?

Nah, selain 10 jenis pelanggaran tersebut, kedepannya kamera ETLE akan semakin canggih, yakni mampu mendeteksi pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). 

Baca juga: Waspada, Teknologi Kamera ETLE Nantinya Bisa Deteksi SIM Pengendara

Pendeteksian tersebut akan dilakukan melalui fitur face recognition. Mulai dari wajah, nama, alamat, hingga status kepemilikan SIM bisa dideteksi fitur tersebut. 

Namun, sejauh ini belum bisa dipastikan kapan teknologi kamera ETLE tersebut bisa diterapkan. Polda Metro Jaya sendiri saat ini sudah memiliki 57 titik kamera ETLE statis dan 10 kamera ETLE mobile

 

Tilang manual diberlakukan kembali

Meski tilang kamera ETLE terus dikembangkan dan sempat ada instruksi bahwa tilang manual tidak lagi diberlakukan, namun bukan berarti ditiadakan secara total. 

Baca juga: Dimulai Dari Operasi Simpatik, Bagaimana Aturan Penghapusan Tilang Manual?

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman, tilang manual akan kembali diterapkan untuk pelanggaran tertentu dengan mekanisme yang sama seperti penindakan yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

Pemberlakuan kembali tilang manual ditujukan agar para pengemudi nakal yang bermaksud menyiasati tilang elektronik tetap bisa ditindak. 

Terdapat empat jenis pelanggaran yang akan ditindak, yakni memalsukan plat nomor kendaraan, mencopot plat kendaraan, balap liar, serta menggunakan knalpot bising. Berikut denda dan sanksi yang diberlakukan.

1. Sanksi tilang manual bagi pelaku copot pelat nomor dan pemalsuan diancam kurungan maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu sesuai aturan Pasal 280 UU Nomor 22 Tahun 2009 (LLAJ)

2. Pengendara yang menggunakan knalpot bising atau tidak sesuai ketentuan diancam penjara maksimal satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu. Sesuai Pasal 285 ayat (1) jo Pasal 106 ayat 3 dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 (LLAJ)

3. Pelaku balap liar diancam pidana kurungan dan atau sanksi denda maksimal Rp3 juta sesuai Pasal 115 dan Pasal 297 dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 (LLAJ) tentang Ketentuan Pidana Melakukan Balap Liar.

Baca juga: Dengan mobbi Certified, Bisa Dapat Mobil Bekas seperti Baru!

Jadi, baik tilang elektronik maupun tilang manual, keduanya sama-sama dimaksimalkan demi ketertiban lalu lintas. Sebagai pengendara yang baik, yuk turut berkontribusi dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman!

Untuk informasi dan tips-tips menarik lainnya, kunjungi mobbi, ya! mobbi juga bisa diakses melalui aplikasi dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store.

Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambahkan 0 Mobil

Tambahkan 1 mobil lagi untuk membandingkan